Penjelasan Tentang Siapakah “Kami” Dalam Al-Quran

 

PENJELASAN TENTANG

SIAPAKAH “KAMI” DALAM AL-QURAN?

Pertanyaan diatas juga diajukan oleh anak idiot Murtaddin Ali Sina dan diterjemahkan oleh anak-anak Indonesia yang lebih idiot dari Ali Sina itu di situs http://mengenal-islam.t35.com/favorite.php. Si idiot itu mengatakan “kata “KAMI” dalam Quran adalah dimaksudkan untuk kata ganti ALLAH & MUHAMMAD & JIBRIL. Berarti si idiot itu menyimpulkan bahwa yang dimaksudkan dengan kata ‘kami” adalah kata ganti orang pertama jamak.

Lihatlah betapa dungunya si Ali Sina dan anteknya di Indonesia dalam memahami kata “kami”. dalam kamus wikipedia dikatakan; “kami adalah kata ganti orang atau pronomina pertama jamak atau TUNGGAL YANG BERSIFAT MENUNJUKKAN KEHORMATAN SI PEMBICARA YANG BERSIFAT EKSKLUSIF. Dengan kata lain, lawan bicara tidak termasuk, berbeda dengan kita.

Juga dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dikatakan; bahwa “kami” itu digunakan pada yang berbicara itu adalah orang besar, misalnya raja, juga pada satu kelompok tertentu, yang kesemuanya itu untuk menunjukkan bahwa tidak masuknya lawan bicara dalam pembicaraan.

Maka kata “kami” dalam Al-Quran tidak selalu bermakna jamak seperti yang disimpulkan oleh anak idiot Ali Sina cs. tetapi bisa bermakna tunggal dan juga bisa bermakna jamak.

Anak idiot bertanya tentang kata ‘kami’ yang terdapat pada ayat 34 surat 2 dari Al-Quran. Untuk menjawabnya mari kita lihat ayat-ayat lain secara lengkap;

30.    Dan Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.

31.    Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!”

32.    Mereka menjawab: “Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

33.    Allah berfirman: “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini”. Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: “Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?”

34.    Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.

35.    Dan Kami berfirman: “Hai Adam diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang dzalim.

36.    Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: “Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan”.

37.    Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.

38.    Kami berfirman: “Turunlah kamu semua dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati”.

39.    Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

 

PENJELASAN KATA GANTI YANG TERDAPAT PADA AYAT DIATAS:

30.    Dan Ingatlah (wahai Muhammad) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku (Allah) hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka (Para Malaikat) berkata: “Mengapa Engkau (Allah) hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami (Para Malaikat) senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau (Allah) dan menyucikan Engkau (Allah)?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku (Allah) mengetahui apa yang tidak kamu (Para Malaikat) ketahui”.

31.    Dan Dia (Allah) mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku (Allah) nama benda-benda itu jika kamu (Para Malaikat) memang orang-orang yang benar!”

32.    Mereka (Para Malaikat) menjawab: “Maha Suci Engkau (Allah), tidak ada yang kami (Para Malaikat) ketahui selain dari apa yang telah Engkau (Allah) ajarkan kepada kami (Para Malaikat); sesungguhnya Engkaulah (Allah) Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

33.    Allah berfirman: “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka (Para Malaikat) nama-nama benda ini”. Maka setelah diberitahukannya kepada mereka (Para Malaikat) nama-nama benda itu, Allah berfirman: “Bukankah sudah Ku (Allah) katakan kepadamu (Para Malaikat), bahwa sesungguhnya Aku (Allah) mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu (Para Malaikat) lahirkan dan apa yang kamu (Para Malaikat) sembunyikan?”

34.    Dan (ingatlah wahai Muhammad) ketika Kami (Allah) berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu (Para Malaikat) kepada Adam,” maka sujudlah mereka (Para Malaikat) kecuali Iblis; ia (iblis) enggan dan takabur dan adalah ia (iblis) termasuk golongan orang-orang yang kafir.

35.    Dan Kami (Allah) berfirman: “Hai Adam diamilah oleh kamu (Adam) dan istrimu (Hawa) surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu (Adam dan Hawa) sukai, dan janganlah kamu (Adam dan Hawa) dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu (Adam dan Hawa) termasuk orang-orang yang dzalim.

36.    Lalu keduanya (Adam dan Hawa) digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula, dan Kami (Allah) berfirman: “Turunlah kamu (Adam dan Hawa)! sebagian kamu (Anak Cucu Adam dan Hawa) menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu (Adam, Hawa dan Anak Cucu) ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan”.

37.    Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya (Allah), maka Allah menerima tobatnya (Adam dan Hawa). Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.

38.    Kami (Allah) berfirman: “Turunlah kamu (Adam dan Hawa) semua dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku (Allah) kepadamu (Adam, Hawa dan Anak Cucu), maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku (Allah), niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka (Adam, Hawa dan Anak Cucu), dan tidak (pula) mereka (Adam, Hawa dan Anak Cucu) bersedih hati”.

39.    Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami (Allah), mereka (orang-orang kafir) itu penghuni neraka; mereka (orang-orang kafir) kekal di dalamnya.

 

Dengan membaca penjelasan ayat-ayat diatas maka jelas bahwa kisah diatas adalah wahyu dari Allah kepada Muhammad. Dengan demikian maka nampaklah betapa bodohnya si idiot Ali Sina yang mengatakan bahwa itu adalah “wahyu Allah dan Muhammad”. Si idiot itu tidak tahu bahwa Muhammad tidak memiliki wahyu, tetapi Muhammad hanya menerima wahyu dan membacakannya. Adapun pemilik wahyu adalah Allah SWT.

Si idiot Ali Sina dalam kebenciannya kepada Islam mengatakan bahwa “Muhammad dalam hati kecilnya memang sungguh-sungguh telah meninggikan diri, telah menggabungkan dirinya dengan “allah” kayalannya sendiri”. Begitulah Murtaddin Idiot Ali Sina seakan-akan ia adalah tuhan yang bisa mengetahui isi hati Nabi Muhammad, walaupun sesungguhnya ia tidak hidup semasa dengan Nabi Muhammad. Dasar murtaddin idiot.

PENJELASAN TENTANG SURAT AL-MA’ARIJ (70) AYAT 40.

“Maka Aku bersumpah dengan Tuhan Yang Mengatur tempat terbit dan terbenamnya matahari, bulan dan bintang; sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa. (QS. 70:40).

Berdasarkan ayat tersebut diatas si Idiot Alisina mengatakan “Muhammad menyatakan dirinya Maha Kuasa!!!

Kenapa Aliidiotsina mengatakan demikian? Karena anak idiot ini tidak mengerti siapa yang bersumpah.

Maka dengarlah wahai anak idiot Aliidiotsina! Bahwa Al-Quran adalah Firman dan Wahyu Tuhan yang dibacakan oleh Nabi Muhammad. Maka ketika anda mendapatkan kata “Aku” atau “Kami” didalamnya maka yang dimaksud dengan ‘Aku’ dan ‘Kami’ pada ayat tersebut adalah Tuhan. Maka pada Al-Quran 70:40 tersebut adalah Tuhan bersumpah dengan suatu keagungan dari pekerjaan diriNya sendiri dalam mengatur tempat terbit dan terbenam matahari, bulan dan bintang. Sesungguhnya Tuhan benar-benar Maha Kuasa. Dengan demikian, maka jelaslah bahwa ayat tersebut bukan menyatakan Nabi Muhammad yang bersumpah, bukan Nabi Muhammad yang mengatur dan bukan Nabi Muhammad yang maha kuasa, tetapi Allah.

Dengan penjelasan yang seperti ini apakah si Aliidiotsina dan antek-anteknya akan percaya? Sama sekali tidak. Kenapa? Karena “sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai”.

MENENTANG SEORANG RASUL BERARTI MENENTANG SELURUH RASUL

Kenapa demikian?

Karena semua Rasul membawa dan menyampaikan pesan yang sama dari Allah yaitu pesan TAUHID (mengesakan Allah). Nabi Adam membawa pesan Tauhid, Nabi Musa membawa pesan Tauhid, Nabi Daud membawa pesan Tauhid, Nabi Isa (Yesus) membawa pesan Tauhid dan Nabi Muhammad juga membawa pesan Tauhid. Jika ada manusia yang menentang seorang Rasul maka adalah manusia itu menentang pesan Tauhid. Jika pesan Tauhid seorang Rasul ditentang maka apa bedanya dengan pesan Rasul yang lain yang sama-sama membawa pesan Tauhid. Dengan demikian maka menentang seorang Rasul maka berarti manusia itu menentang seluruh Rasul.

MENENTANG KEPADA RASUL BERARTI MENENTANG KEPADA ALLAH

Kenapa demikian?

Karena semua Rasul adalah utusan Allah untuk menyampaikan pesan Tauhid kepada umat manusia. Sekali lagi bahwa semua Rasul adalah utusan Allah. Allah tidak mengutus manusia kecuali manusia itu sudah dipercaya oleh Allah. Jika ada manusia yang tidak percaya kepada utusan dan kepercayaan Allah maka berarti manusia itu menentang Allah. Hal ini bukan berarti bahwa Rasul sejajar dengan Allah. Sungguh tidak sama Khaliq (Pencipta) dengan Makhluk (Yang Dicipta).

Menutup uraian ini kepada Aliidiotsina, Duladiidiot dan lainnya kami sampaikan firman Allah SWT yang termaktub pada :

Surat Yunus (10) ayat 96-97.

“Sesungguhnya orang-orang yang telah pasti terhadap mereka kalimat Tuhanmu, tidaklah akan beriman, meskipun datang kepada mereka segala macam keterangan, hingga mereka menyaksikan adzab yang pedih”.

Surat Al-Baqarah (2) ayat 6-7.

Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman. Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.

Surat Al-Baqarah (2) ayat 18.

Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar).


 

Posted on 1 Maret 2010, in Membungkam Simurtad Ali Sina, Membungkam Simurtad Duladi. Bookmark the permalink. 13 Komentar.

  1. Kenapa pada ayat 33 berbunyi (Allah berfirman: “Bukankah sudah Ku katakan kepadamu.. dst)
    dan pada ayat 34 berbunyi (Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam.. dst)
    mengapa terjadi perbedaan penyebutan antara Allah dan Kami (Allah) ??

  2. di al-qur’an terdapat kata kami dan kamu ragu tentang al-qur’an di dalamnya….
    ketahuilah tak ada keraguan di dalamnya dan janganlah kamu menjadi golongan orang-orang yang fasik….yang selalu menyakan tentang al-qur’an….

  3. (Allah berfirman: “Bukankah sudah Ku katakan kepadamu.. dst) maksudnya adalah Allah menegaskan kepada Malaikat tentang pengetahuan Allah yang luas dan tiada bandingannya, karena semula para Malaikat tidak setuju diciptakan-Nya seorang khalifah di bumi yang akan melakukan kerusakan dan pertumpahan darah…
    Kawan-kawan seiman dan sudara-saudara dari Agama yang lain,mari kita perkuat persatuan dan kesatuan,jangan jadikan Agama sebagai sumber perpecahan.”Untukmu agamamu, untukku agamaku…” mungkin pesan itu akan menghapus semua kedengkian kita yang berbeda agama…
    === Salam hangat untuk semuanya ===

  4. andi abdullah yusuf

    siipp.. insya allah penjelasan di atas dpt lebih meneguhkan hati kita smua ttg kuasa allah.. dijauhkan dr buta mata hati, tuli keimanan dan pendengaran. rahmat ridho allah kt harap slalu.. amiin

  5. Hafits antonio sibarani

    dibanyak ayta Allah mengatakan AKU (Mutlak).. dan yg lain mengatakan Kami…??

    kita coba beda qs 70:40>

    “Maka Aku (muhammad) #hal ini menyatakan Pribadi Muhammad#

    bersumpah dengan Tuhan (Muhammad bersama dengan Tuhan)

    Yang Mengatur tempat terbit dan terbenamnya matahari,
    bulan dan bintang # ini adalah keterangan tentang “Tuhan” tsb#

    ; sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa. # ini adalah Isi drpd Sumpahnya#

    Anda cuma memaksakan persepsi dan membela sesuatu yg “Jelas2” salah dalam pemberian keterangan…

    Kata “KAMI” dalam kamus manapun itu adalah = JAMAK atau lebih dari satu…

    dan mengapa diayat lain Allah mengatajan “AKU”??

  6. Lihatlah… Inilah sifat asli org islam, mnjelaskn dgn amarah, makian, dll. Ajaran dr nabinya, yg suka brperang dan membunuh…

  7. harap dipelajari dengan sepenuh hati dan segenap akal pikiran tentang ayat2 yang ada di quran benarkah itu ayat2 Tuhan, dan pelajarilah ayat2 yang diganti , adakah Tuhan plinplan?. belajarlah dari sejarah. itulah sebabnya Tuhan memberikan kita akal dan pikiran agar kita tak tersesat .agar kita mengetahui mana yang benar mana yang salah. mana yang dusta mana yang jujur. pada ahirnya kebenaranlah yang akan menang. dan ingat yesus yang akan mengadili kita di hari kiamat nanti. camkanlah.

  8. Sbnernya orang nasrani terdahulu hanya mengada2 klau tuhan itu 3. Apa yang mreka smbah dan mreka anggap sbgai tuhan ssunggguhnya mreka sndiri tdak meyakininya. Injil yang mreka baca smpai skarang adalah injil yang udah drekayasa oleh paulus. Drubah ayat2nya, ddustakan dari yng sbnarnya. Nabi isa alaihi salam tdak prnh mengklaim dirinya sbagai tuhan, dan tdak prnh mmerintahkan umatnya untuk mnymbahnya. Nabi isa tidak lain adalah manusia sperti kita. Tp dia adalah manusia pilihan Allah swt. Lihat saja siapa nanti yang akan trtawa d akhir cerita (qiamat). Saya juga banyak dosa, tp dosa saya ga akan sberat dan sehina dosa orang fasik+kafir d hadapan Allah kelak!!! Orang kafir hakikatnya adalah orang yg sudah putus asa trhadap khidupan akhirat. Jd mreka hnya brusaha mencari teman supaya sama2 sesat.

  9. seharusnya anda mengetahui bahwa semakin banyaknya “kata ganti orang” pada bahasa suatu bangsa maka semakin baiklah atau semakin mudahlah dimengerti bahasa tersebut, itu sudah rumusan dasar. sesuai pernyataan al kitab al quran bahwa buku bacaan itu mudah dimengerti.

    nah, saya akan menjabarkan tentang “KAMI” yang terdapat di al kitab al quran, sedikit saja, selanjutnya anda melanjutkannya.

    al kitab al quran adalah “wahyu yang diwahyukan”. berarti ada dua kali wahyu. saya akan memberikan kronologis singkat. si “T” adalah tuhan pencipta langit dan bumi beserta isinya tanpa saham dan bantuan pihak lain. si “R” adalah seorang utusan yang memiliki anggota. dan si “M” adalah seorang manusia, tambahan, ada seorang manusia lagi dengan kode si “MH”.

    mari kita mulai perjalanan “wahyu yang diwahyukan” itu.
    si “T” mewahyukan sesuatu ke si “R”, lalu si “R” beserta rombongannya kembali mewahyukan wahyu yang mereka dapat ke si “M”.

    nah, ketika si “R” dan rombongan menyampaikan kepada si “M”, mereka mempergunakan kata “KAMI”. ketika si “R” datang sendiri ke si “M”, ia mempergunakan kata “AKU”.
    begitu pula ketika si “T” berbicara langsung dengan si “MH”, ia mempergunakan kata “AKU”.

    bagaimana?, jelas?. jamak tetaplah jamak dan tunggal tetaplah tunggal. semakin banyak “kata ganti orang” semakin mudah dimengerti bahasa kaum itu….

    by auliya.iskandar.mn@gmail.com 081277297794
    ruhkudus.blogspot.com

  10. Betul bgt tu.. Seorng murtad ini yng drahny halal ktimbang orng kfir (non islam)

  11. jawabn muslim ngambang dan bersayap, krn tidak ada yg pasti di dalm aquran, makanya, muslim tidak boleh menanyajkn kebenaran alqiran

    di al-qur’an terdapat kata kami dan kamu ragu tentang al-qur’an di dalamnya….
    ketahuilah tak ada keraguan di dalamnya dan janganlah kamu menjadi golongan orang-orang yang fasik….yang selalu menyakan tentang al-qur’an….

  12. Semoga ak bertemu ali sina, akan ku mutilasi dia…!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: